Habis gelap, bersinarlah lampion di Jakarta Lantern Festival 2014

27 Jul
2015

Ketika senja merah telah memudar dan berganti gelap, sore itu suasana di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat bukan semakin sepi, namun malah semakin ramai dengan orang-orang yang terus berdatangan. Malam minggu kali ini warga Jakarta boleh bersuka cita karena Pemkot Jakarta mengadakan hiburan gratis festival lampion dalam rangkaian promosi Enjoy Jakarta. Dengar-dengar, acara ini sebenarnya bergilir di setiap kota di Indonesia, namun tidak ada yang merilis jadwal pastinya, jadi yang ingin melihat juga, terus update dengan kegiatan lokal di kota kamu yah!

Panggung yang dikemas secara apik dan modern untuk menghibur tamu yang hadir.
Panggung yang dikemas secara apik dan modern untuk menghibur tamu yang hadir.

Acara berlangsung dari tanggal 12-14 Desember 2014. Bersama dengan beberapa teman, saya datang di hari pertama, berharap tidak terlalu ramai dan bisa melihat acara pembukaan. Antusias warga dan media yang cukup sabar menunggu acara dimulai meski lampion belum dinyalakan cukup tinggi. Para penyuka fotografi mulai mempersiapkan mengambil posisi, termasuk saya. Percaya tidak kalau jumlah lampion yang digunakan ada puluhan ribu? Untuk membentuk suatu tema bisa digunakan beberapa ratus lampion yang dibentuk-bentuk sehingga tersusun dengan apik. Siapa yang sempat menghitung kemarin? Hehe!

Untuk menghibur tamu dan undangan yang hadir, supaya tidak bosan menunggu, di panggung tampil sebuah kelompok musik gambang kromong, lagu-lagu betawi mengalun dengan merdu. Meskipun saya tidak terlalu mengerti judul lagunya namun cukup enak untuk didengarkan, mengalun dan mendayu-dayu. Bagi yang lebih suka lagu pop, ternyata di tengah-tengah acara pun tampil band anak muda yang lebih cocok di telinga muda-mudi Jakarta hehe!

gambang kromong

Akhirnya acara dibuka! Kata-kata sambutan disampaikan oleh beberapa pihak, sayangnya tidak terlihat Gubernur Jakarta yang cukup fenomenal, Pak Ahok hehe! Barongsai khas China juga membuka acara dengan atraksi yang cukup meriah. Dua ekor singa merah dan naga raksasa mulai menari dengan lincah mengikuti irama, terkadang mendekati penonton untuk menggoda (atau menakut-nakuti?), semua anak kecil melesak ke depan untuk menonton, beberapa digendong di bahu ayahnya. Saya perhatikan para pemain barongsai ini tergolong masih muda, pria dan wanita, bahkan ada yang masih anak-anak usia SD. Suara gong bertalu dan drum yang digebuk dengan serentak, saya bisa membayangkan betapa disiplin sangat diperlukan untuk membuat suatu acara dengan elemen tarian dan musik yang kompleks ini. Keep up the good work guys!

Kebudayaan khas suku Tionghoa ini sekarang tidak hanya diminati oleh kaum tertentu. Warna-warna cerah kostum Barongsai dan tabuhan musik penuh enerji sekarang menjadi favorit seluruh lapisan rakyat di Indonesia. Pikiran terbuka untuk menerima secara positif budaya bangsa lain sungguh sangat indah untuk dinikmati!
Kebudayaan khas suku Tionghoa ini sekarang tidak hanya diminati oleh kaum tertentu. Warna-warna cerah kostum Barongsai dan tabuhan musik penuh enerji sekarang menjadi favorit seluruh lapisan rakyat di Indonesia. Pikiran terbuka untuk menerima secara positif budaya bangsa lain sungguh sangat indah untuk dinikmati!
Anak-anak kecil pun tidak mau ketinggalan untuk berlatih sejak dini untuk mengikuti ritme musik. Hebat sekali, dek!
Anak-anak kecil pun tidak mau ketinggalan untuk berlatih sejak dini untuk mengikuti ritme musik. Hebat sekali, dek!

Yang ditunggu-tunggu adalah acara menyalakan semua lampion yang ditaman secara serentak, dengan berhitung bersama-sama, seluruh taman yang tadinya gelap kini bersinar dengan terang dengan berbagai macam bentuk! Dari yang ukuran kecil hingga ukuran besar, seekor naga emas tampak berdiri dengan anggun di tengah taman memamerkan cakarnya. Meskipun memang sebagian besar dari lampion ini didatangkan dari China, namun terlihat ikon-ikon khas Indonesia yang sudah pasti buatan anak negri ini. Berbagai macam tema diusung pada penampilan kali ini, sebuah gapura China yang cukup megah, Beijing Opera, Taj Mahal yang cantik. Di tengah-tengah pohon yang rimbun terlihat monumen yang familiar namun dalam versi mini, ternyata Monas! Didepannya terlihat seekor hewan melata dengan anggunnya, ternyata mereka juga membuat lampion berbentuk komodo, hewan purba khas Indonesia yang ingin sekali saya liat dari dekat suatu hari nanti. Ondel-ondel khas betawi, bahkan ada juga patung Selamat Datang Jakarta juga turut menghiasi area dekat pintu. Anak-anak kecil berhamburan berfoto dengan karakter-karakter kartun yang mereka gemari, dewasa maupun anak-anak, sama saja, semua dengan gembira berlarian menuju lampion favorit mereka kemudian berfotoan bersama.

 

Opera Beijing yang sarat dengan guratan warna-warna cerah sungguh indah dipandang...
Opera Beijing yang sarat dengan guratan warna-warna cerah sungguh indah dipandang…
Waktunya selfie!
Waktunya selfie!
Megahnya gapura lampion ini membuat serasa sedang berada di China beneran!
Megahnya gapura lampion ini membuat serasa sedang berada di China beneran!
Komodo yang satu ini tidak menggigit dan mengejar anda walau anda pegang-pegang untuk foto bersama hehe!
Komodo yang satu ini tidak menggigit dan mengejar anda walau anda pegang-pegang untuk foto bersama hehe!

Tengah asik ber-selfie, tiba-tiba suara menghentak kembali memeriahkan panggung, ternyata akan digelar pertunjukan Topeng Seribu Wajah. Ini adalah tarian khas negara tirai bamboo, China, dimana penarinya akan mengganti topeng yang terpasang di wajahnya dengan sekelebatan tangan saja. Tarian ini membutuhkan latihan kepada guru khusus, sampai sekarang belum ada yang boleh mengungkapkan rahasia bagaimana topeng itu bisa berganti secepat itu tanpa jejak ketika tangan sang penari yang sebenenarnya lebih mirip gerangkan kungfu daripada tarian gemulai ini melewatkan tangannya di depan wajahnya, dan sretttt, warna topeng yang tadinya didominasi warna merah kini berubah menjadi hitam, kemudian berubah lagi menjadi kuning, biru dan warna-warna lain! Andy Lau, penyanyi terkenal asal Hongkong yang ganteng ituuuu, konon berhasil menguasai tarian ini. Saya sengaja duduk di samping panggung, berharap bisa melihat rahasia mengganti topeng tersebut. Saya perhatikan lekat-lekat sampai berusaha tidak berkedip, huft, ternyata tidak berhasil melihat apa-apa!

Susah payah saya menahan mata tidak berkedip namun tetap saja secepat kilat dia mengganti topengnya haha!
Susah payah saya menahan mata tidak berkedip namun tetap saja secepat kilat dia mengganti topengnya haha!
Ada yang kenal dengan Band ini? Saya tidak pernah menonton infotainment hehe!
Ada yang kenal dengan Band ini? Saya tidak pernah menonton infotainment hehe!
Saya paling suka berada disini, dikelilingi oleh lampion warna warni dengan jumlah yang sangat banyak membentuk suatu lorong. Malam yang hitam pekat, tidak lagi terasa gelap.
Saya paling suka berada disini, dikelilingi oleh lampion warna warni dengan jumlah yang sangat banyak membentuk suatu lorong. Malam yang hitam pekat, tidak lagi terasa gelap.

Acara dilanjutkan dengan penampilan band yang menyanyikan lagu-lagu pop untuk mengiringi suasana malam yang berwarna-warni. Karena sudah capai juga, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang sebelum acara selesai. Semoga di masa mendatang sering diadakan acara seperti ini oleh pemkot, membuat Jakarta menjadi lebih meriah!

 

Enjoy Jakarta!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *