Kobe Beef atau Kobe Cheesecake?

27 Jul
2015

Setiap orang yang hobby kuliner pasti mulai pasang telinga ketika kata Kobe Beef mulai disebut, menu steak yang satu ini memang terkenal mahal, namun rupanya hal ini tidak berlaku bagi saya dan sepupu saya, Fanny, yang lebih menggemari hidangan pencuci mulut nan manis daripada daging hehe! Dalam perjalanan kami di Kobe, kami memilih untuk membeli cheesecake untuk dicicipi dan oleh-oleh daripada pergi berburu irisan daging sapi istimewa ini. Hmmmm, saya mengaku deh, kantong kami hanya sanggup untuk membeli seloyang kecil cheesecake khas kobe daripada potongan daging wagyu tersebut hehe!

 

Pemandangan kota Kobe yang terpengaruh gaya Eropa.
Pemandangan kota Kobe yang terpengaruh gaya Eropa.

Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai citarasa tinggi di bidang kuliner, kemudian didukung dengan penampilan penyajian yang sangat indah, bahkan kotak pembungkusnya saja sangat sayang untuk dibuang. Ketika melewati toko-toko penjual makanan dan melihat display contoh yang diletakkan di etalase, saya sampai ternganga melihat betapa menariknya mereka berkreasi dengan makanan-makanan tersebut. Warna-warna cerah dan gambar-gambar kartun mendominasi bentuk makanan yang disajikan, dilengkapi dengan kotak yang serasi, sangat cocok untuk jadi hadiah atau oleh-oleh.

 

Hampir semua makanan yang dijual disertai contoh yang terbuat dari plastik dan sangat mirip dengan aslinya! banyak yang menyediakan tester juga.  Mochi isi kacang merah berbalut taburan kacang.
Hampir semua makanan yang dijual disertai contoh yang terbuat dari plastik dan sangat mirip dengan aslinya! banyak yang menyediakan tester juga.
Mochi isi kacang merah berbalut taburan kacang.

Soal rasa, ada yang saya kategorikan enak sekali, ada juga yang enak tapi biasa saja, belum saya menemukan yang sampai tidak enak. Kebanyakan cheesecake di Jepang mempunyai tekstur lebih mengarah ke arah sponge cake, tidak terlalu creamy, dan juga tidak terlalu manis. Saya menyukai tekstur seperti ini agar tidak cepat kenyang atau bosan ketika dimakan. Kota Kobe yang kebarat-baratan karena disinilah pusat masuknya bangsa asing ketika pertama kali Jepang membuka, membuat cheesecake menjadi salah satu kuliner khas di Kobe, mereka membuat kreasi bermacam-macam dari ide cheesecake tersebut, tekstur dibuat lebih lembut atau keras dan dibentuk berbeda, cukup ampuh untuk membuat kita para turis dengan budget terbatas jadi kebingungan memilih, rasanya ingin dibeli saja semuanya haha! Namun apa daya, harga kue-kue lucu ini tidak tergolong murah untuk kantong saya, membeli satu masih sanggup tapi tidak mungkin memborong semua yang ada di toko tersebut walaupun ingin sekali hehe! Untungnya penjaga toko tersebut tidak keberatan saya memotret beberapa kue yang sungguh imut tersebut sebagai kenang-kenangan. Ga sanggup beli, akhirnya simpan foto aja yah…

cheese2

The Ijinkan, atau Kitano-cho dalam bahasa Jepang, letaknya tidak jauh dari stasiun Sannomiya yang cukup sibuk, adalah daerah perbukitan dimana dulunya adalah pusat berdiamnya para konsuler dari Eropa. Gedung-gedung disini hingga sekarang tetap dipertahankan untuk dijadikan museum. Sepanjang jalan, bunga warna-warni ditanam memperindah bangunan-bangunan yang sebetulnya tua itu tapi tetap terlihat baru dengan cat yang tidak memudar. Rupanya estetika dan renovasi bangunan selalu diperhatikan.

 

Museum Belanda, lengkap dengan 'klompen' raksasa berwarna kuning!
Museum Belanda, lengkap dengan ‘klompen’ raksasa berwarna kuning!
Jangan lupa untuk ber-selfie dengan bunga-bunga cantik sepanjang jalan yah!
Jangan lupa untuk ber-selfie dengan bunga-bunga cantik sepanjang jalan yah!

Saya membeli cheesecake di pertokoan dekat dengan Wien-Austrian House, museum replika rumah Mozart yang didirikan oleh kedutaan Austria. Tapi tidak perlu khawatir, sepanjang jalan banyak sekali kafe yang menjual berbagai macam kue untuk oleh-oleh ketika berwisata. Yang menurut saya menakjubkan, dari beberapa toko saya masuk, tidak ada yang menjual item sama persis, kecuali memang franchise store dari merk yang sama, sepertinya mereka senang untuk menjadi berbeda, tidak berusaha meniru tetangganya.

 

Kami membeli seloyang cheesecake untuk dibawa pulang dan makan bersama-sama... Yummmm!!!
Kami membeli seloyang cheesecake untuk dibawa pulang dan makan bersama-sama… Yummmm!!!

Sehari berjalan-jalan di daerah Kobe, meskipun berada di sebuah kota di Jepang, saya merasa puas seperti mengunjungi Eropa, berkeliling di antara gedung-gedung bernuansa Eropa dan makan cheesecake serta crepes! Semoga di lain kesempatan saya sudah mempunyai budget cukup untuk mencicipi Kobe Beef yang termasuk fine dining itu yah hehe!

Sampai Jumpa Kobe!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *