Penang, memutar roda kehidupan kembali keatas.

26 Jul
2015

Roda kehidupan selalu berputar, kadang kita berada diatas dan tertawa, kadang kita harus berada dibawah dan berpegangan erat agar tidak terjatuh, namun yang terpenting kita tidak sombong ketika kita sedang beruntung, dan tetap semangat untuk terus berjuang ketika dibawah sana.

Selama ini saya selalu berpergian mengunjungi suatu negara selalu dengan tujuan untuk berlibur. Harga tiket Air Asia yang bersahabat, banyak membantu saya dan keluarga untuk akhirnya dapat mengelilingi dunia kita yang luas dan beraneka ragam keindahan dan kebudayaaan ini, termasuk negara mahal sekalipun seperti Singapore, Jepang, Korea, China, Australia dan lainnya. Tidak pernah terbesit dalam benak saya bahwa saya akan mengunjungi Penang dengan tujuan berobat, namun inilah kenyataan yang ada bagi saya dan keluarga saya.

Ayah saya usia 60 tahun, dan selalu dalam kondisi sehat, sampai-sampai kami tidak punya dokter langganan khusus, hanya dokter UGD saja karna hanya sakit flu saja biasanya. Tapi semua itu berubah ketika tahun lalu tiba-tiba dia kehilangan suaranya, suaranya menjadi lemah dan parau. Pada awalnya kami semua mengira flu, namun tidak ada gejala gangguan saluran pernafasan, semuanya baik-baik saja, akhirnya ayah saya memeriksakan diri ke dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan) di Surabaya, namun juga tak ada perubahan selama 3 bulan. Dokter merujuk agar kami memeriksakan diri di luar negri karna kurangnya fasilitas alat sehingga tidak bisa mengetahui secara persis apa yang terjadi. Meskipnn tak ada rasa sakit yang dialami ayah saya, namun keadaan ini telah membuat hati saya sungguh khawatir, apa yang telah terjadi? Selama seminggu hati saya merasa sangat tidak tenang.

Akhirnya ayah saya memutuskan untuk berobat di luar negri. Kebanyakan dari kita akan memilih Singapore yang sudah terkenal dengan rumah sakit dan dokter yang handal, namun akhirnya ayah dan ibu saya memilih Malaysia sebagai tujuan berobat, alasannya sederhana, ekonomi kami tidak mampu untuk selalu berobat dan berkunjung ke Singapore yang memang salah satu kota dengan biaya termahal di dunia. Buta dengan informasi medis, akhirnya saya iseng memasang status di halaman Facebook saya, menanyakan kepada siapa saja yang mempunyai informasi tentang dokter THT yang baik di Malaysia. Betapa beruntungnya saya ketika seorang teman sekolah, Budi, akhirnya menghubungi saya dan memberi informasi dokter terbaik di Penang untuk urusan ini karena tantenya pernah mempunyai masalah dengan tenggorokan dan akhirnya sembuh. Penang, saya belum pernah menjelajahi kota ini, akhirnya saya teringat kalau saya mempunyai seorang teman, Patrick, yang memang penduduk kota yang sangat unik dengan kebudayaan peranakan ini, ketika saya hubungi, dia sangat antusias untuk membantu saya memesankan hotel, membuat janji dengan dokter, dan menjemput di bandara serta berkeliling kota, saya sungguh amat beruntung! Ketika mencari tiket Air Asia, ada penerbangan langsung dari Surabaya dan Jakarta pada hari yang sama, jam yang hampir sama (sebelumnya jadwal penerbangan dari Surabaya dan Jakarta ada pada hari yang sama, jam yang hampir sama, hanya terpaut 1-2 jam, namun sekarang tidak pada hari yang bersamaan, ada harapan saya supaya bisa kembali ke jadwal lama), tentu ini sangat memudahkan bagi saya karena saya tinggal dan bekerja di Jakarta, sedangkan ayah saya di Surabaya. Beruntung sekali, semuanya mendukung dan mudah untuk diatur! Ketika kita berada dalam sebuah kesulitan, terkadang kita terlarut hanya melihat sisi negatifnya saja, tetapi kita juga tetap harus selalu positif untuk melihat dan bersyukur betapa banyak keberuntungan dan kebaikan orang di sekitar kita yang bersedia membantu kita dalam melewati masa susah tersebut. Hotel G Inn di jalan Macallister langsung berada di seberang Rumah sakit Loh Guan Lye, tempat Dokter Lim Seh Guan praktek. Rumah sakit dan dokter THT ini memang terkenal adalah yang terbaik di Penang. Awalnya saya tidak menduga akan semudah ini, lagi-lagi saya beruntung!

Pagi-pagi setelah makan pagi di hotel, kami langsung menuju rumah sakit untuk daftar ulang dan mengantri untuk diperiksa. Betapa terkejutnya kami ketika terlihat dengan alat laringskopi ada benjolan di pita suara, Dokter Lim kemudian memberikan rujukan untuk langsung melakukan biopsy, yaitu operasi kecil untuk mengambil sedikit contoh dari benjolan tersebut untuk diteliti lebih lanjut termasuk polip atau kanker. Hari itu juga saya mengurus semua admiinistrasi untuk segera rawat inap dan bersiap melakukan biopsy keesokan harinya. Dokter terus mengatakan kalo ini semua dapat diatasi dan bukanlah masalah besar, tidak perlu panik. Ayah saya terlihat tenang, sedangkan kepanikan terlihat jelas di raut muka saya. Bagaimana bisa tenang ketika mendengar kata kanker? Hidup saya yang tadinya terlihat sangat indah, tiba-tiba berubah ketika mendengar ayah saya kemungkinan terkena kanker pita suara. Sungguh sulit untuk tetap tenang di saat seperti ini, setidaknya bagi saya yang hampir tidak pernah sakit apapun selain flu.

Pemandangan kota Penang dari jendela RS Loh Guan Lye
Pemandangan kota Penang dari jendela RS Loh Guan Lye

Biopsy berjalan lancar dan ayah saya bisa langsung keluar rumah sakit jika sudah tersadar dari obat biusnya. Dokter Jude, dokter anestesi yang bertugas, keluar dari ruangan operasi dan menghampiri saya, katanya semua akan baik-baik saja, malu sekali rasanya ketika melihat semua dokter membaca ketegangan di raut muka saya. Dokter Lim memberi tahu saya, hasilnya bisa diketahui minggu depan, saya bisa pulang terlebih dahulu dan menelepon untuk hasilnya. Karena saya sudah membeli tiket dan hotel untuk durasi 5 hari, akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling melihat-lihat kota Penang untuk 2 hari kedepan.

Penang sangat terkenal dengan kulinernya. Perpaduan antara makanan India, oriental dan Malay sungguh membuat banyak sekali ragam makanan yang patut dicoba. Banyak wisatawan yang khusus dating ke Penang untuk merasakan surga kuliner ini. Selain menu local, banyak pula restoran internasional yang membuka outletnya di pusat-pusat keramaian kota. Patrick menjemput kami di hotel dan membawa kami ke bukit Batu Feringghi, yaitu bukit yang berada di sepanjang pesisir pantai, sungguh cantik melihat laut biru, langit biru cerah dihiasi gumpalan putih awan serta pasir putih yang halus. Kami duduk di gubuk-gubuk restoran Thailand dan minum kelapa muda, segar sekali. Setelahnya kami menuju Taman Botanical, di kala sore banyak sekali warga yang berkumpul disana untuk aktifitas jalan sehat, jogging dan bersepeda, terlihat dari pakaian mereka yang sportif, sungguh sejuk sekali duduk-duduk dibawah pohon yang rimbun di taman tersebut. Hari menjelang malam dan kami pun kembali ke kota untuk makan malam dan beristirahat.

Pemandangan di Pantai Batu Feringghi yang berombak tenang.
Pemandangan di Pantai Batu Feringghi yang berombak tenang.
Ketika sore hari, banyak sekali warga Penang yang jogging atau sekedar berjalan-jalan disini, rupanya mereka sangat peduli dengan pentingnya berolahraga.
Ketika sore hari, banyak sekali warga Penang yang jogging atau sekedar berjalan-jalan disini, rupanya mereka sangat peduli dengan pentingnya berolahraga.

 

Hari berikutnya kami berjalan-jalan sendiri di kota dikarenakan teman saya harus bekerja. Banyak peta gratis yang tersedia di hotel. Menyewa mobil atau naik taxi tergolong mahal dengan nilai Ringgit yang semakin tinggi, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati perjalanan dengan bus. Kami mengunjungi Komtar, gedung milik Tun Abdul Razak dengan harapan bisa naik ke lantai tertinggi yang dibuka untuk umum untuk melihat seluruh kota dari lantai tersebut, saying sekali mereka menentukan hari dan jam untuk kegiatan tersebut. Komtar adalah area pusat perbelanjaan, karena tidak ada niat berbelanja, akhirnya kami memutuskan untuk menuju kuil Lek Kok Si yang terletak lumayan jauh. Satu yang saya amati ketika berkeliling kota dan tiba jam makan, sepanjang jalan, menu kuliner yang selalu ada terlihat dimana-mana adalah Nasi Ayam Hainam! Nasi yang ditanak dengan aroma jahe dan ayam rebus ini memang favorit saya, namun saya tidak menyangka kalo ini adalah menu wajib penduduk disini. Harganya pun sangat murah, mulai dari harga 3 hingga 5 Ringgit.

Ayah saya sangat menyukai aktifitas memberi makan kura-kura yang terdapat di kolam kuil Kek Lok Si. kami membeli sayur-sayuran di toko depan kolam.
Ayah saya sangat menyukai aktifitas memberi makan kura-kura yang terdapat di kolam kuil Kek Lok Si. kami membeli sayur-sayuran di toko depan kolam.

Hari terakhir kami bersiap-siap menuju bandara dengan shuttle bus sewaan dari hotel. Berlibur selama 2 hari cukup membuat saya sedikit menenangkan dari ketegangan selama di rumah sakit. Seminggu berikutnya dokter mengabarkan kepada kami kalau memang bejolan tersebut adalah kanker stadium awal, namun tidak perlu khawatir, bisa diatasi dengan penyinaran radiasi selama durasi tertentu yang diatur oleh Dokter Kevin, dokter Onkologi di rumah sakit tersebut. Sekarang suara ayah saya kembali seperti normal dan dinyatakan bebas dari kanker. Setiap 6 bulan sekali kami berpergian ke Penang untuk pemeriksaan rutin dengan Air Asia. Saya pun berkesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya di Penang, mencoba makanan-makanan local yang lezat sekali serta berpergian ke Pulau Payar dan Pulau Langkawi yang terkenal dengan naik kapal dari Penang. Berikutnya mungkin saya ingin mencoba naik cruise yang sempat saya lihat iklannya.

Dari lubuk hati saya, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman saya dan Air Asia, yang sudah banyak membantu saya dan keluarga saya. Mereka telah mengubah hidup saya, hidup ayah saya dan keluarga saya. Ketika saya berdiskusi dengan seorang teman yang seorang agen asuransi yang berpengalaman dengan nasabah dengan berbagai macam penyakit, kanker pita suara termasuk salah satu yang berbahaya dan tanpa indikasi kecuali suara yang serak. Seorang nasabah meninggal dunia karena kurangnya pengetahuan dan terlambat untuk ditangani. Saya dan ayah saya sungguh diberkati, dalam proses penyembuhan ini semua berjalan dengan baik. Thank you friends, thank you Air Asia, you guys have changed my world!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *