Verona, Keindahan kota sang legenda cinta

29 Jul
2015

Tulisan ini dimuat di Koran Surya 12 Juli 2014

 

Verona, terletak di Italia utara, di antara Milan dan Venezia, disahkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO karena keindahan budaya tata kota dan arsitekturnya. Verona selalu menjadi kota tujuan idaman para pelancong yang penasaran dengan drama romantis namun tragis Romeo dan Juliet gubahan Shakespeare. Penulis terkenal asal Inggris, Charles Dickens, sempat mengabadikan keindahan kota kecil ini dalam beberapa tulisan novelnya. Termasuk saya, seusai menonton film Letters to Juliet, Penasaran sekali, seperti apakah kota asal kisah cinta yang popular diperankan Claire Danes dan Leonardo DiCaprio beberapa tahun silam? Akhirnya pada musim panas 2012 saya berkesempatan mengunjungi Verona.

 

apontepietra2

Sebenarnya berkunjung ke Verona ini spontan saja, dikarenakan ayah saya yang berpergian bersama, bosan kalau harus menghabiskan 4 hari di Venezia, akhirnya pagi itu kami menuju ke stasiun kota dan melihat ke kota mana yang masih bisa dijangkau dengan kocek kami, ternyata Verona hanya berjarak 2,5 jam dengan kereta, jadi kami bisa pulang kembali ke Venezia di malam hari, kami sudah terlanjur membeli voucher hotel untuk 3 malam di Venezia. Setelah mencatat jam kembali untuk kereta malam terakhir, memasang alarm, akhirnya kami melompat masuk ke kereta menuju Verona. Beruntung sekali tanpa persiapan pun, ternyata kota-kota indah di Italia masih berdekatan dan bisa ditempuh dengan kereta. Untuk jadwal dan harga tiket terkini bisa dilihat di website www.trenitalia.com.

 

Hari itu cuaca sedikit mendung, sedikit khawatir akan turun hujan tapi ternyata cuaca cukup cerah hingga malam. Tiba di stasiun kereta, kami membeli peta seharga 2 Euro di toko kelontong terdekat di stasiun dan bertanya bagaimana cara menuju ke pusat kota. Akhirnya kami disarankan untuk membeli tiket bus, harga tiket tergantung dengan durasi jam yang dibutuhkan, atau bisa juga tiket sekali jalan. Karena kami tidak mencari informasi terlebih dahulu, kami kira kami perlu menaiki bus didalam kota nanti sehingga membeli tiket dengan durasi 8 jam, pada pelaksanaannya, tidak ada bus di dalam kota, semua merupakan gang kecil yang mengharuskan kita berjalan kaki! Jadi sebenarnya lebih hemat kalau membeli tiket sekali jalan 2 kali saja. Tak apalah, yang penting happy hehe! Setiap kali naik ke dalam bus di Italia, tiket harus ditempelkan pada sebuah mesin, jika ada pemeriksaan dan kita lupa atau tidak punya tiket, ada denda yang sangat mahal.

 

Setelah memilih­ tempat wisata yang ingin dikunjungi, kami naik bus yang menuju ke pusat kota. Karena hanya 1 hari kami disini, tentu tempat yang bisa dikunjungi sangat terbatas. Kami memasuki gerbang kota dan mulai melihat banyak toko berderet di sepanjang jalan. Tempat bus ini berhenti ternyata tepat di seberang Amphitheather Arena Di Verona, amphiteather Roman terbesar ketiga di Italia, tempat diadakan pertunjukan opera terkenal. Diluar gedung banyak terlihat patung-patung properti untuk acara opera, akhirnya kami berfoto dahulu. Cuaca cukup panas, akhirnya kami mencari fasilitas air minum public, berupa mata air yang terus mengalir, airnya aman untuk diminum langsung. Es krim gelato pun jadi sasaran kami setelah melihat banyak turis lain yang membeli, hanya 1 Euro, lebih murah daripada membeli di Indonesia hehe!

 

arenadiverona

Casa di Giuletta atau Rumah Juliet menjadi tempat pertama yang wajib dikunjungi di Verona, meskipun ayah saya awalnya kurang tertarik karena hanya dianggap cerita roman saja. Rumah ini adalah rumah asli keluarga Del Capello yang sekarang sudah dijadikan museum. Banyak coretan dan permen karet di dinding yang memang disediakan untuk para turis meninggalkan tulisan, berharap menemukan cintanya atau awet dengan pasangan. Karena liburan musim panas, turispun berjubel hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi bagian luarnya saja, lebih baik waktunya digunakan untuk ke tempat lain daripada mengantri kedalam. Berikutnya kami melewati Piazza delle Erbe, square dengan banyak toko menjual berbagai macam barang fashion. cinderamata dan kafe. Disini bisa ditemukan air mancur Britney Verona, patung Dante Alighieri dan Menara Lamberti. Saya melihat sisi kota ini di film Letter to Juliet, dan memang persis aslinya. Kami tidak berbelanja disini, hanya melihat sejenak. Dari sana kami mengunjungi gereja San Zeno Basilica, gereja khas Verona dengan menggunakan dinding dari batu bata putih. Kami berjalan terus hingga terlihat Kathedral Verona. Hari itu pintu gereja terlihat tertutup, jadi kami tidak masuk ke dalam. Dari luar tampak ada kegiatan pemugaran.

 

ajulietshouse

alambertistower

Melewati jalan-jalan kecil dengan bangunan yang di cat warna-warni, balkon-balkon jendela banyak yang ditanami bunga berwarna-warni, menjadi keindahan tersendiri saat menyusuri kota bersih nan indah ini. Puncak kekaguman kami akan kota yang dipiih sebagai kota peristirahatan Julius Caesar ini, ketika kami sampai di gerbang Porta Borsari, terlihat jembatan Ponte Pietra yang melintasi Sungai Adige, diseberang sungai pemandangan rumah dibangun bertumpuk diatas bukit dikelilingi dengan pohon-pohon tinggi nan hijau, lengkap dengan kastil di puncaknya, bagai lukisan mahakarya yang nyata didepan mata menunggu untuk dijamah. Di salah satu sisinya terdapat kastil San Pietro, tersedia tangga untuk naik sampai ke puncak kastil yang sekarang dijadikan museum. Memang melelahkan tapi pemandangan indah tersaji setelah kehabisan nafas sesampai diatas. Terbentang pemandangan sepanjang sungai dengan 2 menara tinggi dari batu bata merah kastil Castelvecchio yang sekarang digunakan untuk museum, beberapa jembatan yang menyebrangi Sungai Adige dan rumah-rumah berwarna kemerahan.

 

apontepietra

Meskipun hanya sehari, kami telah menikmati sisi terbaik dari Verona. Jika ada kesempatan tentu kami ingin kembali untuk menikmati pemandangan yang luar biasa ini!

 

 

2 thoughts on “Verona, Keindahan kota sang legenda cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *