VISIT TIDORE ISLAND – KETIKA ANGAN MELANCONG KE TIDORE YANG KAYA WARNA

18 Mar
2017

“Bip, bip!”

 

Dengan sedikit malas kugayuh smartphone yang berbunyi, rupanya pemberitahuan dari aplikasi media sosial bahwa beberapa teman dari group Liburan Murah sedang saling memberi komentar, setelah membaca beberapa saat, ternyata mereka sedang heboh berdiskusi tentang promo maskapai Garuda Indonesia, mereka akan ke Pulau Seram di Maluku yang memang pernah kulihat di foto airnya kehijauan bening sekali.

 

Saya jadi teringat beberapa waktu lalu diundang ke acara perkenalan budaya Tidore dalam serangkaian acara Visit Tidore Island di Fola Barakati, Cibubur. Sungguh berkesan sekali pada saat itu Sultan Tidore H. Husain Sjah sendiri berkenan hadir, beserta beberapa pejabat kesultanan, pejabat daerah dan departemen pariwisata Tidore. Beliau sangat sederhana dan mau melayani semua orang yang meminta berfoto bersama. Dalam kata-kata sambutannya, beliau mengatakan selalu menekankan kepada semua pemuda Tidore, boleh jadi kita memang tertinggal dari wilayah Indonesia yang lain secara pendidikan dan ekonomi, tapi kita harus tetap bangga sebagai warga Tidore. Saya terharu sekali!

Bersama Sultan Tidore, H. Husain Sjah (kiri) Perdana Menteri Kesultanan sedang menceritakan sejarah Tidore (kanan)
Bersama Sultan Tidore, H. Husain Sjah (kiri)
Perdana Menteri Kesultanan sedang menceritakan sejarah Tidore (kanan)

Iseng saya berujar pada seorang teman yang memang berasal dari Ambon, ajak tamu tour ke Tidore yuk! Ah, agak susah kak, mereka lebih banyak yang ingin ke Pulau Seram dan Pantai Ora, jarang sekali yang ingin ke Tidore, balasnya. Yang benar? Sedikit tidak percaya, karena saya sempat membuka-buka buku “Explore The Enchanting Tidore” yang diberikan pada saat acara dengan Ngofa Tidore Tour & Travel saat itu, sepertinya banyak sekali yang bisa kita lihat di Tidore. Akhirnya saya mencari buku itu dan memasukkanya ke dalam tas kemudian menuju sebuah kafe di kawasan Jakarta Pusat untuk membaca sambil menikmati secangkir kopi hangat.

Buku "Explore The Enchanting Tidore" Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan
Buku “Explore The Enchanting Tidore” Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan

Membaca halaman demi halaman buku yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan itu, ah Tidore memang punya semua apa yang saya cari dari sebuah trip wisata. Ketertarikan saya akan suatu destinasi tidak hanya pada satu bidang saja, tapi haruslah kaya dan sarat akan budaya. Di Tidore saya bisa melihat pemandangan laut, gunung, air terjun, benteng, rumah adat, masjid, tari daerah, adat istiadat, kuliner, lengkap sekali bukan?

Buku ini sarat akan informasi dan foto-foto yang ingin segera ke Tidore!
Buku ini sarat akan informasi dan foto-foto yang ingin segera ke Tidore!

PANTAI YANG INDAH DAN PEMANDANGAN BAWAH LAUT YANG SPEKTAKUKER DI KEPULAUAN TIDORE

 

Sebagai wilayah kepulauan, Tidore sudah pasti dikelilingi oleh pantai nan bersih dan airnya yang segar menggugah hasrat untuk berenang dan menikmati kekayaan hayati lautnya. Pantai Rum yang berdekatan dengan Pelabuhan Rum, pintu masuk Kota Tidore Kepulauan, mempunyai pemandangan yang indah dimana sekelilingnya tumbuh pohon kelapa, dan memiliki karakteristik bebatuan yang cukup besar sehingga sangat menarik. Aktifitas snorkeling dan menyelam bisa dilakukan di Pulau Failonga, 1 dari 4 pulau kecil yang mengelilingi Tidore. Berenang-renang cantik atau sekadar berfoto ria di sepanjang pesisir pantainya yang berpasir putih halus pasti membuat teman-teman bertanya, dimana ini? Keindahan Pulau Maitara yang diabadikan pada pecahan seribu rupiah, juga terkenal akan buah sukunnya yang manis. Terumbu karang disini pun masih terpelihara dengan baik. Ingin berkejaran dengan lumba-lumba? Yuk ke Pulau Mare yang berada di selatan Tidore. Yang hobi memancing pasti betah untuk mencoba aktifitas memancing di Pulau Woda. Ada lagi yang unik, Pantai Akesahu, ternyata di pantai ini ada sumber air panas!

Gambar Pulau Maitara yang tercetak pada pecahan seribu rupiah
Gambar Pulau Maitara yang tercetak pada pecahan seribu rupiah

SEJUKNYA PEGUNUNGAN YANGTERHAMPAR BAGAI KARPET HIJAU

 

Suka dengan wisata pegunungan yang sejuk? Yuk ‘nanjak’ di Kalaodi atau Gunung Kie Matubu, pemandangan dari puncaknya pasti bikin semua mata tak jemu memandangnya.  Di Kalaodi kita bisa mengunjungi mata air Wisata Alam Luku Celeng, siap-siap jalan sepanjang 1,5 km yah hehe! Air Terjun yang lain adalah Sigela, airnya juga bening kehijauan, cantik sekali! Ingin melihat awan secara langsung, ternyata Di Tidore ini, kelurahan Gurabunga terkenal dengan sebutan Negeri Diatas Awan. Dengan ketinggian 1.100 meter diatas permukaan laut, kontan di bulan-bulan tertentu dimana cuaca sungguh dingin, akan terbentuk ‘awan-awan’ tersebut, keren sekali pasti! Di desa ini juga terdapat rumah-rumah adat dari 5 marga yang menempati area ini, Mahifa, Toduho, Tosofu Malamo, Tosofu Makene dan Folasowohi. Inilah yang saya suka ketika berwisata, kita bisa mengenal sesuatu yang masih asli, bukan gedung-gedung modern seperti di kota besar.

Kelurahan Gurabunga dibawah Gunung Kie Matubu yang sering dijuluki Negeri Diatas Awan
Kelurahan Gurabunga dibawah Gunung Kie Matubu yang sering dijuluki Negeri Diatas Awan

MESIN WAKTU DIDALAM BENTENG DAN KEDATON KESULTANAN

 

Saya sangat terobsesi dengan bangunan-bangunan seperti istana, benteng, kastil dan sejenisnya, ketika berwisata, itu adalah salah satu target utama saya. Bukan hanya karena saya gagal terlahir sebagai putri raja (cieh jadi curcol!), namun saya merasa sedang berada di dalam mesin waktu. Satu tempat yang telah ada dan digunakan sejak beratus-ratus tahun yang lalu, imajinasi saya mencoba menggambarkan bagaimanakah keadaan masa itu? Benteng Tahula dan Benteng Torre adalah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis ketika mereka berusaha menduduki Maluku. Posisinya yang tinggi juga memungkinkan kita untuk melihat Tidore dari atas. Kadato Kie adalah Keraton yang dibangun semasa Sultan Muhammad Taher, Sultan Tidore ke-28. Atapnya yang berwarna biru terang, cantik sekali! Jangan lupa mampir di Museum Sonyinge Malige yang bertempat di lantai dasar Kadato Kie yah!

Benteng Torre yang ingin saya kunjungi. Kapan lagi bisa mengunjungi benteng di Indonesia yang jumlahnya memang tidak banyak?
Benteng Torre yang ingin saya kunjungi. Kapan lagi bisa mengunjungi benteng di Indonesia yang jumlahnya memang tidak banyak?

SHOLAT BERSAMA SULTAN DI MASJID KESULTANAN

 

Menurut saya ini adalah salah satu momen langka apabila bisa melaksanakan sholat bersama Sultan Tidore di Masjid Kesultanan Sigi Kolano. Jika Sultan sedang berada ditempat dan tidak berhalangan, beliau yang akan memmpin sholat.

Meskipun saya beragama Katholik, namun saya sangat mengagumi arsitektur masjid, Seni adalah hal universal yang sungguh luar biasa bukan?
Meskipun saya beragama Katholik, namun saya sangat mengagumi arsitektur masjid, Seni adalah hal universal yang sungguh luar biasa bukan?

MENGENANG SEJARAH BANGSA ASING DAN PARA PUTRA MALUKU

 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya. Maluku adalah salah satu primadona penghasil rempah, hal ini tentu menarik para bangsa asing untuk sekedar berdagang atau menduduki Maluku, sejarah tertoreh di tanah Tidore. Tugu peringatan yang dibangun pada tahun 1993 oleh kedutaan Spanyol, guna memperingati kedatangan bangsa Spanyol Pertama kalinya pada tahun 1521. Kita selamanya ingin menjadi bangsa yang merdeka, karena itu tidak sedikit pertumpahan darah terjadi antara putra Maluku dan para penjajah pada jaman itu. Kita bisa berziarah ke makam Sultan Zainal Abidin Syah dan Sultan Nuku yang sudah berjuang .

Sultan Nuku, salah satu pahlawan nasional dari Maluku.
Sultan Nuku, salah satu pahlawan nasional dari Maluku.

KEINDAHAN ADAT ISTIADAT DALAM BALUR RITUAL DAN TARIAN

 

Saya juga penggemar tari-tarian, musik tradisional serta beberapa upacara adat. Saya sempat menyaksika tarian Soya-Soya ketika menyambut Sultan yang baru tiba di Fola Barakati. Di tanah Tidore kita bisa menyaksikan upacara Obor Nyili-nyili, ritual Lufu Kie dan tarian Barakati. Ada satu atraksi yang cukup menarik dan mistis, yaitu Baramasuwen atau dikenal dengan nama Bambu Gila. Kami sempat mencobanya, seru-seru sedap hehe! Beberapa orang yang biasanya pria, memegang erat seruas bambu, kemudian sang pawang yang telah membaca mantra akan mengisi kekuatan pada bambu tersebut sehingga bambu dapat bergerak dengan sendirinya, para pemegang bambu tersebut harus tetap memegangnya dengan erat, seru bukan? Atraksi ini digunakan pada jaman dulu untuk mengangkat material berat dalam proses pembangunan.

Tari Soya-Soya atau tari perang untuk menyambut Sultan
Tari Soya-Soya atau tari perang untuk menyambut Sultan
Permainan Bambu Gila atau Barasuwen, tiba-tiba bambu yang telah diberi mantra menjadi berat dan bergerak sendiri! Pegang yang erat yah teman-teman!
Permainan Bambu Gila atau Barasuwen, tiba-tiba bambu yang telah diberi mantra menjadi berat dan bergerak sendiri! Pegang yang erat yah teman-teman!

YUK INCIP-INCIP KULINER TIDORE!

 

Ternyata banyak sekali macam jajanan dari Tidore. Para artis-artis instagram langsung beraksi dengan kamera masing-masing ketika pada model yang bernama Kue Lapis Tidore, Apang Coe, Waji dan lain-lain mulai dibuka hehe! Ngam Saro atau Makan Adat pun digelar, tampak menu-menu terjadi di meja makan. Tidore juga salah satu penghasil ikan, jadi tidak sabar nih baut nyobain aneka ragam makanan laut disana!

Silahkan dicoba, jangan cuman difoto ajah hehe!
Silahkan dicoba, jangan cuman difoto ajah hehe!

WISATA AKAN SEGERA BERAKHIR, BELI OLEH-OLEH YUK!

 

Buah tangan memang sudah menjadi kebiasaan bagi orang kita ketika bepergian, untuk orang-orang tercinta atau sekedar kenang-kenangnya. Hiasan kulkas, gantungan kunci dan kaos memang masih memegang peringkat tiga besar, yang kemudian ternyata diikuti oleh tumbler Starbucks di posisi keempat, ini hasil analisa saya terhadap postingan teman-teman di media sosial haha! Nah kalau ke Tidore, souvenirnya harus lebih special dong! Masyarakat disini banyak menghasilkan kerajinan bambu dan gerabah. Bahan alam tersebut dibuat menjadi bermacam-macam keranjang dan souvenir. Lebih unik kan? Jika memungkinkan, malahan mereka bisa membuat interior dari bambu tutul, unik sekali melihat tutul-tutul hitam pada bambu yang telah dijadikan kursi atau meja.

 

Tidore memang berada jauh dari Jakarta, untuk menuju kesana harus menggunakan pesawat dan beberapa kali transit hingga di Ternate, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan speedboat atau kapal feri dari Pelabuhan Bastiong menuju Pelabuhan Rum di Tidore, meskipun demikian bukan berarti Indonesia Timur tak akan terjamah kan? Angan ini terus saja membayangkan Tidore yang indah. Apalagi jika Sultan sendiri yang berkata, Let’s Visit Tidore Island, siapa sih yang tidak ingin berkunjung kesana?

 

Referensi Buku:

  • Explore The Enchanting Tidore, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan.

 

Tulisan ini diikutseratakan dalam lomba menulis blog “Visit Tidore Island”. Tidore untuk Indonesia!

banner tidore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *